New

Jumat, 21 September 2012

LAPORAN PRAKTIKUM (DESTILASI ALKOHOL DARI FERMENTASI BERAS)


Destilasi hasil fermentasi
                Destilasi adalah proses dimana pemisahan dilakukan berdasarkan titik didih. Seperti yang kami lakukan disini bertujuan untuk memisahakan Etanol dari hasil fermentasi dengan destilator sederhana.


Gambar 1.0

Hasil fermentasi dimasukan kedalam labu ukur. Kemudian dipanaskan dengan menggunakan metode waterbath. Yaitu menaruh wadah berisi air terlebih dahulu lalu wadah tersebut diletakan di heater. Baru setelah itu labu ukur berisi hasil fermentasi dimasukan ke wadah.
Labu ukur tersambung dengan selang yang berujung pada botol kaca yang berguna untuk menampung Etanol. Ditengah tengah selang digunakan sistem kondensor menggunakan pipa kaca U yang berisi air es.
Pada saat proses destilasi berlangsung, suhu harus dijaga jangan sampai mendekati titik didih air. Karena walaupun secara teoritis titik didih air adalah 100 derajat C namun pada praktikum kimia dasar didapati air yang mendidih pada suhu 98 derajat C. Karena itu suhu harus dijaga berkisar 70 derajat C agar proses pemisahaan ini berlangsung dengan baik.
Pada praktikum ini kami menggunakan termometer 200 untuk menjaga suhu berkisar 70 derajat C. Dimana pada suhu ini Etanol akan berubah wujud menjadi uap dan naik keatas lalu masuk kedalam selang. Saat perjalanan uap etanol didalam selang uap tersebut akan melewati bagian tengah selang yang suhunya rendah, disini uap dari etanol akan mengalami peubahan wujud menjadi cair kembali dan akan turun menetes kedalam botol wadah yang sudah disediakan.
Proses ini akan berlangsung terus selama alkohol dalam air fermentasi masih ada. Ditandai dengan kenaikan suhu yang lamban. Setalah kenaikan suhu menjadi lebih cepat ini merupakan kemungkinan bahwa alkohol dalam air fermentasi sudah habis atau hampir habis.
Pada destilasi yang kami lakukan didapati hasil berupa etanol sejumlah beberapa mL hal ini sebanding karena air fermentasi yang kami destilasi hanya sedikit. Selanjutnya etanol ini akan kami uji secara kualitatif dan kuantitaf kandungan alkoholnya.

Namun perlu diperhatikan, ada beberapa kendala saat kami melakukan destilasi yaitu dimana ketika suhu sudah mencapai 70 derajat C. alkohol tidak menguap sama sekali sehingga kami memutuskan untuk menghentikan sistem waterbath.
setelah kami menghentikan penggunaan waterbath Uap yang muncul sangat banyak sehingga tekanan didalam selang tinggi. namun tidak dapat dipastikan apakah proses pemisahan berjalan sempurna ataukah ada air yang ikut menguap saat destilasi.
Hal ini akan kami buktikan pada saat uji alkohol dari hasil destilasi fermentasi secara kualitatif dan kuantitatif. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar